Selasa, 19 Mei 2020

UAS KEANEKARAGAMAN INVERTEBRATA


UAS MATA KULIAH KEANEKARAGAMAN INVERTEBRATA
MEMBUAT MEDIA PEMBELAJARAN MATERI TENTANG FILLUM ECHINODERMATA
Dosen Pengampu: Dr. Hj. Enggar Utari, M.Si.
                                Indria Wahyuni, S.Pd., M.Si.


    
       
      Disusun Oleh:
Nama   : Nur Afria Ningsih
NIM    : 2224180016
Kelas   : 4 B



JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
2020





  1. KOMPETENSI INTI
KI 3 : Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan dan peradaban terkait dengan penyebab fenomena dan kejadian, sertamenerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan mintanya untuk memecahkan masalah.

  1. KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR
KOMPETENSI DASAR
3.5 Menerapkan prinsip klasifikasi untuk menggolongkan hewan ke dalam filum berdasarkan pengamatan anatomi dan morfologi serta mengaitkan peranannya dalam kehidupan
INDIKATOR
3.5.1 Siswa dapat mendeskripsikan karakteristik hewan Echinodermata
3.5.2 Siswa dapat mengelompokkan hewan Echinodermata kedalam kelas berdasarkan karakteristiknya.
3.5.3 Siswa dapat memahami perbedaan ciri-ciri tiap kelas fillum Echinodermata
3.5.4 Siswa dapat menjelaskan kelas-kelas yang ada di fillum Echinodermata

  1. TUJUAN PEMBELAJARAN
1.    Siswa dapat mendeskripsikan karakteristik hewan Echinodermata melalui pengamatan gambar.
2.    Siswa dapat mengelempokkan hewan Echinodermata kedalam kelas berdasarkan karakteristiknya melalui pengamatan gambar dan diskusi.
3.  Siswa dapat memahami perbedaan ciri-ciri tiap kelas fillum Echinodermata.
4.  Siswa dapat menjelaskan kelas-kelas yang ada di fillum Echinodermata.

  1. BAHAN AJAR
Echinodermata (Yunani, echino = landak, derma = kulit) adalah kelompok hewan  berkulit duri, triploblastik dan selomata. Ukuran tubuh Echinodermata bervariasi dengan diameter 1-36 cm. Ada Echinodermata yang berbentuk seperti bintang, bulat seperti bola,  pipih-bundar dengan lengan mengular dan bulat memanjang dan seperti tumbuhan. Terdapat sekita 6000 spesies Echinodermata yang teridentifikasi yang dikelompokkan menjadi lima kelas yaitu Asteroidea, Ophiuroidea, Echinoidea, Crinoidea dan Holothuroidea.
a. Karakteristik umum filum echinodermata
1. Umumnya bilateral simetris pada waktu larva dan radial simetris setelah dewasa, tubuhnya terdiri atas lima bagianatau keeping, memiliki tiga lapisan sel (triploblastik enterocoelom), umumnya organ tubuh bersilia, tidak ada kepala, otak, dan segmen.
2. Permukaan tubuh dengan lima daerah radial simetris; atau ambulacra tempat ke luarnya tonjolan kaki.
3. Tubuh ditutupi oleh epidermis yang padat dan di sebelah atasnya terdapat endskeleton terbuat dari kapur sebagai hasil sekresi mesodermis dan biasanya memiliki pola tertentu, sering dengan duri yang tajam atau tumpul.
4. Alat pencernaan sederhana umumnya komplit, pada beberapa hewan tidak komplit (Ophiuroidea).
5. Sistem peredaran darah radiat, coelom dibatasi oleh peritoneum bersilia. dan cairannya berisi amoebocyte yang dapat bergerak bebas, memiliki sistem saluran air dan kaki tabung yang berfungsi untuk pergerakan.
6. Respirasi dengan dermal branchia, kaki tabung, tentakel, kantung insang,dan respiratory tree. 7. Ekskresi dengan amoebocyte.
8. Jenis kelamin terpisah, berumah dua, pembuahan eksternal, larva mikroskopis, bersilia, transparan, biasanya berenang bebas dan mengalami perubahan bentuk. Pada beberapa species dapat melakukan reproduksi vegetatif dengan membelah diri.

b. Kelas Echinodermata antara lain:
1.      Asteroidea
Tubuh terdiri atas cakram pusat dengan lima buah lengan. Pada permukaan atas atau permukaan aboral banyak duri kapur (bagian dari rangka), Di sekitar duri terdapat banyak tonjolan insang (dermal branchia) untuk respirasi dan ekskresi. Selain itu di sekitar duri juga terdapat pedicellaria untuk membersihkan kotoran yang menempel pada permukaan tubuhnya. Di bagian tengah cakram terdapat anus dengan madreporit di dekatnya. Pada permukaan bawah (permukaan oral) terdapat mulut yang dikelilingi oleh membran peristomial. Terdapat celah ambulakral di antara dua deretan kaki-kaki tabung yang memiliki ampula dan sucker di bagian ujungnya. Pada ujung lengan terdapat tentakel dan bintik mata yang sensitive terhadap cahaya Seluruh tubuh ditutupi oleh epidermis bersilia dan system saluran air merupakan bagian khusus dari coelom, contohnya Asterias forbesi, Astropecten sp.
2.      Ophiuroidea
Tubuh dengan cakram kecil di bagian tengah, memiliki lengan panjang, slender, beruas, dan kaku. Kaki tabung tanpa sucker atau ampula. Madreporit terletak di dekat mulut (permukaan oral). Pada Gorgonocephalus lengan bercabang-cabang sehingga nampak seperti keranjang basket, contohnya Ophiotrix fragilis, Ophiotrix spiculata.

3.      Echinoidea
Memiliki tubuh yang bulat, tanpa lengan tetapi memiliki lima buah keping. Terdapat duri tajam atau tumpul. Duri tersebut terletak pada tubercle yang dapat berputar menggerakan duri. Pada Arbacia dan Strongylocentrotus bentuknya setengah lingkaran. Mulut terletak di bagian bawah dan anus di ujung yang berlawanan. Di sekitar mulut terdapat 10 buah kantung insang. Pada permukaan tubuh terdapat dermal branchia dan pedicellaria. Sistem saluran air berhubungan dengan kaki tabung untuk pergerakan, bulu babi (Diadema setosum), Dolar pasir (Fibularia acuta).

4.      Holothuroidea
Tubuhnya lunak dan bentuknya bulat dan memanjang. Pada Thyone dan Cucumaria di sekitar mulut terdapat tentakel. Dinding tubuh, khususnya pada epidermis yang tak bersilia ditutupi kutikula, contohnya Cucumaria piperata, Holothuria, Thyone sp.
5.      Crinoidea
Mirip dengan tumbuhan bunga, memiliki lima buah lengan dengan pinulla. Memiliki tangkai dari bagian calyx untuk menempelkan diri pada dasar laut. Pada Antedon tidak terdapat tangkai tetapi memiliki cirri flexible untuk memegang benda di dalam air. Mulut dan anus (sering terdapat pada ujung tabung yang terdapat pada permukaan atas oral). Dapat hidup sampai kedalaman 12.000 kaki, contohnya lili laut (Ptilocrinus pinnatus), bintang bulu (Antedon mediterranea).

c. Peranan Echinodermata
1. Hewan berkulit duri ini sangat bermanfaat bagi manusia terutama untuk dikonsumsi. Hewan yang umumnya dikonsumsi adalah bulu babi dan teripang.
2. Sebagai pembersih lingkungan laut terutama pantai. Selain itu echinodermata juga dapat dijadikan parameter (bioindikator) kualitas di perairan laut atau ekosistem laut.


E. MEDIA PEMBELAJARAN
Media pembelajaran yang saya buat bernamakan fun thingker book dimana media yang dibuat sesuai dengan kurikulum 2013 seperti siswa yang lebih interakif dalam melakukan sebuah pembelajaran
Cara menggunakan media tersebut:

1. Satu kelas di bagi menjadi 5/6 kelompok, kelompok pertama maju lebih awal. Sebelumnya siswa sudah membaca materi Echinodermata lalu kelompok pertama maju untuk memainkan media pembelajarannya yaitu guru mengacak kartu yang berisi materi tentang karakteristik dan peranan Echinodermata, lalu kelompok tersebut berdiskusi untuk memasukkan kartu-kartu ke dalam amplop yang sesuai dengan judulnya materinya.


2. Selanjutnya ada contoh-contoh kelas dari Echinodermata, dimana sekelompok siswa harus mengamati gambar dari media tersebut, lalu sekelompok tersebut berdiskusi untuk mencari ciri-ciri dan termasuk kelas apakah contoh dari gambar-gambar yang sudah tertera di media pembelajaran. Kemudian dipresentasikan hasil diskusi tersebut.


3. Dan yang terakhir dalam media fun thingker book ada puzzle untuk mencoba siswa untuk lebih memahami tentang contoh-contoh dari kelas Echinodermata, cara menggunakannya yaitu sekelompok siswa berdiskusi untuk memasangkan gambar dari contoh kelas Echinodermata sesuai dengan ciri-ciri yang ada di puzzlenya, jika sudah semuanya terpasang dengan benar balik puzzle tersebut jika benar berarti nomor yang ada di belakang puzzle tersebut berurut 12345 seperti contoh di bawah ini.




Link. youtube cara menggunakan media pembelajaran tersebut: 

Sabtu, 04 April 2020

Keanekaragaman Invertebrata


FILUM ARTHROPODA
Disusun guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah Keanekaragaman Invertebrata
Dosen pengampu: Dr. Hj Enggar Utari, M. Si.


Nama              : Nur Afria Ningsih
NIM                : 2224180016
Kelas               : 4 B



JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
2020






A.    Filum Arthropoda
Filum Arthropoda (arthro = sendi atau ruas; poda = kaki atau juluran) Jadi, arthropoda berarti hewan yang kakinya beruas-ruas. Filum Arthropoda termasuk dalam golongan makhluk hewan yang paling besar di dunia ini. Diperkirakan lebih dari 80% dari seluruh jenis hewan sekarang ini adalah Arthropoda, menghuni semua jenis habitat yang ada, baik terestrial maupun akuatik. Karakteristik utamanya ialah memiliki tubuh beruas-ruas dengan sepasang kaki disetiap ruas tubuhnya.

B.     Ciri Umum Dan Ciri Khusus Filum Arthropoda
Ciri Umum
Ciri Khusus
Tubuh dan kaki bersegmen,
Sistem saraf tangga tali,
Eksoskeleton (dinding tubuh) berkitin dan bersegmen,
Tubuh dibungkus oleh zat kitin,,
Bernafas dengan permukaan tubuh, insang dan trakea,
Mempunyai appendage yang beruas,
Alat mulut beruas dan dapat beradaptasi untuk makan,
Memiliki bentuk tubuh bilateral simetris,
Alat pembuangan melalui pipa panjang pada rongga tubuh,
Tubuh terdiri atas beberapa ruas dengan kaki yang melekat pada ruas tersebut,
Alat pencernaan makanan berbentuk tabung, terletak di sepanjang tubuh.
Coelom pada hewan dewasa berukuran kecil dan merupakan suatu rongga berisi darah disebut homocoel.

C.    Kelas Pada Filum Arthropoda
a    a. Kelas Arachnoidea
Ciri-ciri umum kelas ini adalah :
1. Tubuh terdiri atas sefalotoraks dan abdomen.
2. Mempunyai empat pasang kaki.
3. Tidak mempunyai sayap.
4. Tidak mempunyai antena.
5. Perangkat mulut terdiri dari sepasang khelisera dan sepasang pedipalpi.
Contohnya: Laba-laba (Nephila maculata)
Klasifikasinya yaitu:

Kerajaan     : Animalia
Filum          : Arthropoda
Kelas          : Arachnoidea
Sub kelas     : Arachnida
Ordo           : Araneae
Famili        : Nephilidae
Genus         : Nephila
Spesies       : Nephila maculata

b. Kelas Crustacea
Ciri-ciri umum kelas ini adalah :
1. Tubuh terbagi atas kepala, toraks dan abdomen. Kepala dan toraks sering menyatu menjadi sefalotoraks.
2. Pada kepala terdapat dua pasang antena serta perangkat makan yang terdiri dari sepasang mandibula, dua pasang maksila dan sepasang maksilipeda.
3. Toraks terdiri dari segmen-segmen yang jelas dan tiap segmen dilengkapi dengan sepasang embelan (lanjutan).
4. Abdomen terdiri dari segmen-segmen, dengan atau tanpa embelan.
5. Segmen pada bagia perutumumnya sempit.
Contohnya: Udang windu (Penaeus monodon)
Klasifikasinya yaitu:
Kingdom    : Animalia
Filum          : Arthropoda
Kelas           : Crustacea
Sub kelas     : Malacostraca 
Ordo            : Decapoda
Famili          : Penaeidae
Genus          : Penaeus
Spesies        : Penaeus monodon

      c. Kelas Chilopoda
Ciri-ciri umum kelas ini adalah :
1. Tubuh panjang dan bersegmen banyak.
2. Tiap segmen tubuh dilengkapi dengan kaki.
3. Perangkat mulut terdiri dari tiga pasang embelan yaitu sepasang mandibula, sepasang maksila pertama dan kedua.
4. Mempunyai antena yang panjang.
Contohnya: Kelabang (Scolopendra sp.)
Klasifikasinya yaitu:

Kingdom    : Animalia
Filum          : Arthropoda
Kelas          : Myriapoda
Sub kelas    : Chilopoda
Ordo           : Scolopendromorpha
Famili         : Scolopendridae
Genus         : Scolopendra
Spesies        : Scolopendra sp.

      d. Kelas Insecta
Ciri-ciri umum kelas ini adalah :
1. Tubuh terbagi atas kepala, toraks dan abdomen.
2. Mempunyai sepasang sayap kecuali Anoplura, Mallophaga dan Siphonaptera.
3. Mempunyai sepasang antena.
4. Mempunyai tiga pasang kaki.
5. Perangkat mulut telah mengalami perkembangan dan penyesuaian sedemikian rupa sehingga dikenal berbagai ragam tipe seperti menggigit/mengunyah, menusuk, menghisap, menyerap dan sebagainya.
Contohnya: Belalang hijau (Oxya chinensis)
Klasifikasinya yaitu:
Kingdom    : Animalia
Filum          : Arthropoda
Kelas          : Insecta
Ordo           : Orthoptera
Famili         : Acrididae
Genus         : Oxya
Spesies        : Oxya chinensis

e. Kelas Onychophora
Ciri-ciri umum kelas ini adalah:
1.    Hewan ini memiliki kutikula tipis.
2.    Tubuhnya tidak bersegmen.
3.    Dinding tubuh berotot.
4.    Terdapat sepasang rahang dan sebaris lubang nephridium.
5.    Panjang tubuh +  5 cm
Contoh: (peripatus juanensis)
Klasifikasinya yaitu:
Kerajaan     : Animalia

Filum          : Arthropoda
Kelas          : Onychophora
Subkelas     : Undeonychophora
Ordo           : Euonychopora
Famili         : Peripetidae
Genus         : Peripatus
Spesies        : Peripatus juanensis

f. Kelas Diplopoda
Ciri-ciri umum kelas ini adalah:
1.    Tubuhnya bulat Panjang.
2.    Terdiri dari 25-100 segmen atau lebih.
3.    Segmen tesusun rapat.
4.    Pada kepala terdapat sepasang antenna yang pendek.
5.    Mulut mempunyai sepasang mandibula (rahang) dan sepasang maksila.
Contohnya: Kaki seribu (Trigoniulus corallinus)
Klasifikasinya yaitu:
Kingdom    : Animalia

Filum          : Arthropoda
Kelas          : Myriapoda
Sub kelas    : Diplopoda
Genus         : Trigoniulus
Spesies        : Trigoniulus corallinus

D.    Peranan Filum Arthropoda Dalam Kehidupan Sehari Hari

a. Secara umum, Arthropoda dapat menguntungkan dalam kehidupan, diantara peranan arthropoda yang menguntungkan yaitu:
1.   Secara biologi, serangga predator sebagai pemberantas hama tanaman. Ini sangat membantu dalam dunia pertanian.
2.   Pada kelas insecta yaitu serangga-serangga yang biasa hinggap di bunga, mereka sangat membantu dalam penyerbukan tanaman.
3.   Kepompong ulat sutra (Bombyx mori) adalah bagian dari arthropoda yang dapat punya kontribusi besar dalam pembuatan kain sutera.
4.   Filum arthropoda pada kelas insecta seperti lebah madu (Apis mellifera) dapat menghasilkan madu yang sangat bermanfaat bagi manusia.
5. Beberapa hewan pada filum arthropoda memiliki kandungan protein yang tinggi seperti udang windu (pemilik nama ilmiah Penaeus monodon), lobster (pemilik nama ilmiah Panulirus homarus), kepiting (pemilik nama ilmiah Scylla serrata), rajungan (pemilik nama ilmiah Portunus), laron dan gangsir.

b. Peranan arthropoda yang merugikan bagi kehidupan, antara lain sebagai berikut:
1.  Rayap adalah jenis arthropoda yang sangat merusak kayu bangunan.
2. Crustacea kelompok Isopoda (Limnoria lignorum) adalah pengebor kayu galangan kapal atau perahu.
3. Caplak penyebab kudis (Sarcoptes scabiei), nyamuk, dan kutu rambut kepala (Pediculus humanus capitis) merupakan parasit bagi manusia.
4.  Nyamuk sangat merugikan bagi manusia karena dapat menyebarkan penyakit contohnya penyakit kaki gajah, demam berdarah, cikungunya dan lain-lain.
5.  Semua larva atau ulat pemakan daun, wereng dan belalang yang merupakan bagian dari arthropoda sangat merugikan karena mereka adalah pelaku utama yang merusak tanaman milik petani. Untuk menghindarinya, kita perlu tahu cara mencegah hama.

Sumber:

Annawaty, NF, dkk. (2017). Keanekaragaman Makrofauna Tanah Pada Lubang Resapan Biopori Yang Diisi Media Limbah Kulit Buah. Jurnal Biocelebes. Vol. (11) 1.

Hadi, Upik Kesumawati. (2010). Pengenalan Arthropoda Dan Biologi Serangga. Parasitologi Dan Entomologi Kesehatan: Fakultas Kedokteran Hewan IPB. http://upikke.staff.ipb.ac.id/files/2010/12/Pengenalan-arthropoda-dan-biologi-serangga.pdf

Rusyana, Adun. (2013). Zoologi Invertebrate (Teori Dan Praktik). Alfabeta: Bandung.

Simbolon, AS, dkk. (2018). Deskripsi Makrofauna Pada Tanah Andisol Di Kabupaten Karo Dengan Berbagai Ketebalan Abu Vulkanik Gunung Sinabung. Jurnal Pertanian Tropik. Vol.   (5) 1.

Syahrin, FA. (2019). Keanekaragaman Ordo Orthoptera (Belalang) Di Kawasan Situs Gunung Padang Cianjur Jawa Barat Sebagai Bahan Ajar Sma. Skripsi(S1) thesis: FKIP UNPAS. http://repository.unpas.ac.id/43784/